Bupati Ahmad Yuzar Tegaskan Jaga Marwah Serambi Mekkah Riau, Kampar Negeri Agamis dan Beradat


BANGKINANG KOTA
—
Kabupaten Kampar dikenal sebagai negeri yang menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan adat istiadat. Falsafah *Adat Bersendi Syara’, Syara’ Bersendi Kitabullah* bukan sekadar semboyan, melainkan landasan kehidupan masyarakat yang harus terus dipelihara, diamalkan, dan diwariskan kepada generasi penerus.

Komitmen tersebut kembali ditegaskan Bupati Kampar H. Ahmad Yuzar, S.Sos., MT saat menghadiri prosesi penobatan Marwas Dt. Bosau sebagai Ketua Lembaga Adat Kampar (LAK) periode 2026–2031, yang berlangsung di Balai Adat Kampar, Bangkinang, Ahad (8/11/2026). Kabupaten Kampar merupakan Negeri Serambi Mekkah Riau yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai adat dan Masyrakat yang sangat agamis. 


Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Kampar Dr. Hj. Misharti, S.Ag., M.Si., Ketua TP PKK Kabupaten Kampar Tengku Nurheryani Ahmad Yuzar, Anggota DPR RI asal Kampar Dr. Syahrul Aidi Maazat, Lc., MA, Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar Dr. Ardi Mardiansyah, S.STP., M.Si., anggota DPRD Kabupaten Kampar, Penasehat LAK Kampar H. Jefry Noer, SH, tokoh masyarakat Riau H. Saleh Djasit, SH, Kasat Intel Polda Riau Kombes Pol. Dwi Mulyanto, S.I.K., S.H., M.Si., Forkopimda Riau dan Forkopimda Kampar, para kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kampar, Camat Se Kabupaten Kampar, Ninik Mamak se-Kabupaten Kampar, Sighompu, serta anak kemenakan dan undangan lainnya.


Dalam kesempatan tersebut, Bupati Ahmad Yuzar menegaskan bahwa kekuatan Kabupaten Kampar tidak hanya terletak pada potensi sumber daya alam, pembangunan infrastruktur, dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada kekuatan nilai-nilai agama, adat, budaya, serta persaudaraan yang telah menjadi identitas masyarakat sejak dahulu.


Menurutnya, adat dan agama merupakan dua unsur yang tidak dapat dipisahkan dalam membangun kehidupan masyarakat Kampar. Adat menjadi pedoman dalam hubungan sosial dan tatanan kehidupan bermasyarakat, sementara agama menjadi landasan moral dan spiritual dalam setiap tindakan.


"Kampar adalah negeri yang agamis dan beradat. Kita memiliki falsafah Adat Bersendi Syara’, Syara’ Bersendi Kitabullah. Falsafah ini harus benar-benar kita jaga dan implementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Jangan hanya menjadi ungkapan, tetapi harus tercermin dalam sikap, perilaku, dan cara kita membangun kehidupan bermasyarakat," tegas Ahmad Yuzar.


Bupati juga mengingatkan bahwa perkembangan zaman dan derasnya arus globalisasi tidak boleh membuat masyarakat kehilangan jati diri. Sebaliknya, kemajuan harus berjalan seiring dengan pelestarian budaya, penguatan nilai keagamaan, serta penghormatan terhadap adat istiadat yang diwariskan para leluhur.


Ia menegaskan, jangan sampai generasi muda Kampar tumbuh tanpa mengenal adat dan budayanya sendiri. Anak kemenakan harus memahami nilai-nilai adat, menghormati Ninik Mamak, menghargai orang tua, serta menjunjung tinggi para pemimpin dan tokoh masyarakat.


"Jangan sampai adat hilang di Kampar. Adat tidak boleh usang karena panas dan tidak boleh lapuk karena hujan. Kita memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga marwah adat dan memastikan nilai-nilai luhur ini tetap hidup di tengah masyarakat," ujarnya.


Lebih lanjut, Ahmad Yuzar menekankan pentingnya memperkuat falsafah **Tali Bapilin Tigo, Tigo Tungku Sajarangan**, yakni sinergi antara pemerintah, alim ulama, dan Ninik Mamak. Ketiga unsur tersebut harus berjalan beriringan, saling melengkapi, dan saling menguatkan dalam menjaga keharmonisan serta membangun Kabupaten Kampar.


Pemerintah memiliki tanggung jawab dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan, alim ulama berperan membimbing kehidupan keagamaan, sedangkan Ninik Mamak bertanggung jawab menjaga tatanan adat serta membimbing anak kemenakan.


Menurut Bupati, apabila ketiga unsur tersebut bersatu dan menjalankan perannya dengan baik, maka akan tercipta kehidupan masyarakat yang harmonis, kuat dalam persaudaraan, serta memiliki ketahanan moral dan budaya menghadapi berbagai tantangan zaman.


Dalam konteks tersebut, Bupati berharap Lembaga Adat Kampar di bawah kepemimpinan Marwas Dt. Bosau dapat menjalankan peran secara nyata. LAK diharapkan menjadi wadah pemersatu masyarakat, menjaga marwah adat, memperkuat hubungan antarkenegerian, serta menghidupkan kembali fungsi balai adat sebagai pusat musyawarah dan pembinaan masyarakat.


"Pembangunan tidak cukup hanya dengan membangun jalan, jembatan, gedung, dan infrastruktur lainnya. Kita juga harus membangun karakter, memperkuat akhlak, menjaga budaya, serta mempertahankan jati diri masyarakat. Kemajuan daerah harus tetap berpijak pada nilai agama dan adat," ungkapnya.


Bupati juga mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah daerah, Ninik Mamak, alim ulama, tokoh masyarakat, pemuda, hingga seluruh anak kemenakan untuk memperkuat tali persaudaraan dan menjaga persatuan. Perbedaan pandangan hendaknya diselesaikan melalui musyawarah dengan mengedepankan kearifan, kebijaksanaan, dan semangat kekeluargaan.


Momentum penobatan Ketua LAK periode 2026–2031 tersebut menjadi pengingat bahwa menjaga adat bukan hanya tugas Ninik Mamak atau lembaga adat semata, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh masyarakat Kampar.


Dengan sinergi pemerintah, alim ulama, dan Ninik Mamak, Kabupaten Kampar diharapkan terus tumbuh menjadi daerah yang maju tanpa kehilangan akar budayanya, berkembang tanpa meninggalkan nilai agamanya, serta sejahtera dengan tetap menjaga marwah dan kehormatan adat.


Kampar harus tetap menjadi negeri yang agamis, beradat, bermarwah, dan menjunjung tinggi persaudaraan. Adat dijaga, syariat ditegakkan, persatuan diperkuat, dan pembangunan dilaksanakan demi kesejahteraan seluruh masyarakat.

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Bupati Ahmad Yuzar Tegaskan Jaga Marwah Serambi Mekkah Riau, Kampar Negeri Agamis dan Beradat
  • Bupati Ahmad Yuzar Tegaskan Jaga Marwah Serambi Mekkah Riau, Kampar Negeri Agamis dan Beradat
  • Bupati Ahmad Yuzar Tegaskan Jaga Marwah Serambi Mekkah Riau, Kampar Negeri Agamis dan Beradat
  • Bupati Ahmad Yuzar Tegaskan Jaga Marwah Serambi Mekkah Riau, Kampar Negeri Agamis dan Beradat
  • Bupati Ahmad Yuzar Tegaskan Jaga Marwah Serambi Mekkah Riau, Kampar Negeri Agamis dan Beradat
  • Bupati Ahmad Yuzar Tegaskan Jaga Marwah Serambi Mekkah Riau, Kampar Negeri Agamis dan Beradat

Posting Komentar