Dari RPP ke Pengabdian, Pemuda Pancasila Batu Bara Dihadapkan pada Tantangan Program Sosial


 Dari RPP ke Pengabdian, Pemuda Pancasila Batu Bara Dihadapkan pada Tantangan Program Sosial


BATU BARA — Pelaksanaan Rapat Pemilihan Pengurus (RPP) Pemuda Pancasila di enam kecamatan Kabupaten Batu Bara tidak hanya dapat dilihat sebagai agenda internal organisasi, tetapi juga sebagai kesempatan untuk memperkuat orientasi pengabdian kepada masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Singapore Land Hotel, Minggu (11/10/2026), mencakup Kecamatan Sei Balai, Tanjung Tiram, Datuk Tanah Datar, Datuk Lima Puluh, Lima Puluh Pesisir, dan Talawi serta Kecamatan Nibung Hangus,

Acara tersebut dihadiri Ketua DPC Pemuda Pancasila Kabupaten Batu Bara Sudarman, S.E., perwakilan MPW Pemuda Pancasila Sumatera Utara melalui BP2P Abdi Santosa Ritonga, Kepala Kesbangpol Batu Bara Edwin Aldrin Sitorus, S.Sos., AKP Arianto Sitorus, S.H., Camat Sei Balai Ridwan Oberlin Sibutar-Butar, serta jajaran pengurus dan undangan.

Bagi organisasi kemasyarakatan, keberadaan struktur kepengurusan merupakan sarana untuk mengoordinasikan kegiatan dan membagi tanggung jawab. Namun, struktur akan memiliki arti lebih besar ketika mampu menggerakkan program yang menjawab kebutuhan masyarakat.

Di tingkat kecamatan, program sosial dapat disesuaikan dengan kondisi setempat, misalnya melalui kegiatan gotong royong, pembinaan generasi muda, dukungan terhadap kegiatan kemanusiaan, serta partisipasi dalam menjaga kerukunan masyarakat.

Program semacam itu tentu membutuhkan perencanaan yang jelas, pembagian tugas, dan evaluasi agar pelaksanaannya tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.

Organisasi juga dapat membangun komunikasi dengan pemerintah desa, kecamatan, komunitas, dan kelompok masyarakat lainnya untuk mengidentifikasi kebutuhan yang benar-benar mendesak.

Keberhasilan program tidak selalu ditentukan oleh besarnya anggaran atau ramainya kegiatan. Konsistensi, ketepatan sasaran, dan manfaat yang dirasakan masyarakat justru menjadi ukuran penting.

Pengabdian tidak selalu membutuhkan panggung besar. Terkadang, kepercayaan tumbuh dari pekerjaan sederhana yang dilakukan secara konsisten dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Dari RPP ke Pengabdian, Pemuda Pancasila Batu Bara Dihadapkan pada Tantangan Program Sosial
  • Dari RPP ke Pengabdian, Pemuda Pancasila Batu Bara Dihadapkan pada Tantangan Program Sosial
  • Dari RPP ke Pengabdian, Pemuda Pancasila Batu Bara Dihadapkan pada Tantangan Program Sosial
  • Dari RPP ke Pengabdian, Pemuda Pancasila Batu Bara Dihadapkan pada Tantangan Program Sosial
  • Dari RPP ke Pengabdian, Pemuda Pancasila Batu Bara Dihadapkan pada Tantangan Program Sosial
  • Dari RPP ke Pengabdian, Pemuda Pancasila Batu Bara Dihadapkan pada Tantangan Program Sosial

Posting Komentar